Selling Skill Day 2 sebagai SDC Cimory: Tancap Gas Masuk ke Tempat Gym


Hari Kedua: Adaptasi Baru dan Tantangan di Tempat Gym

Setelah hari pertama sukses masuk ke sekolah-sekolah SMK Swasta di Cirebon, hari kedua ini saya mencoba  untuk masuk ke tempat gym. Ini adalah pengalaman yang benar-benar berbeda dari sebelumnya. Kalau di sekolah saya menghadapi siswa-siswi yang penasaran dengan rasa, di gym saya menghadapi orang-orang dewasa yang punya kesadaran tinggi soal kesehatan dan nutrisi.


Kenapa Saya Memilih  Masuk ke Tempat Gym Jadi Sasaran yang Menarik?

Tempat gym adalah pasar yang sangat potensial untuk produk Cimory. Anggota gym biasanya:

  • Sadar akan pentingnya protein dan nutrisi untuk otot.
  • Rutin mengonsumsi makanan sehat dan minuman bergizi.
  • Terbuka dengan produk baru yang mendukung gaya hidup sehat mereka.


Saya memulai hari dengan menyiapkan produk-produk unggulan yang cocok untuk para anggota gym, seperti Cimory Fresh Milk yang tinggi protein, Cimory Yogurt Drink yang baik untuk pencernaan, dan tentu saja Kanzler Sosis sebagai sumber protein praktis.


Tantangan: Menghadapi Tipe Konsumen Gym

Tidak seperti di sekolah, konsumen di gym punya karakteristik yang berbeda. Saya harus menyesuaikan pendekatan saya. Beberapa tipe konsumen yang saya hadapi:


  • Konsumen yang sudah paham gizi

Mereka biasanya langsung bertanya tentang kandungan protein, gula, dan kalori. Saya harus benar-benar hafal label nutrisi setiap produk. Kalau salah menjelaskan, kepercayaan mereka langsung hilang.

  • Konsumen yang sedang diet atau cutting

Ini tantangan tersendiri. Mereka sangat selektif. Saya harus bisa menjelaskan mana produk yang rendah gula dan tetap tinggi protein. Misalnya:

"Mas, kalau lagi cutting, Cimory Yogurt plain ini cocok. Gulanya rendah, proteinnya cukup, dan bakteri baiknya bagus untuk pencernaan."

  • Konsumen yang menolak


Ada juga yang menolak dengan alasan "udah bawa bekal" atau "lagi nggak cari minuman." Saya tetap ramah dan tidak memaksa. Kadang saya hanya bilang, "Silakan Mas, kalau butuh sesuatu saya di sini."


Strategi Selling Skill yang Saya Terapkan di Gym

Agar penjualan di gym meningkat, saya menerapkan beberapa teknik yang sedikit berbeda dari hari pertama:


Greeting yang ramah dan relevan – Saya sapa dengan topik kesehatan, bukan langsung jualan. Misalnya, "Mas, habis latihan ya? Butuh minuman protein?"

Product knowledge yang kuat – Saya jelaskan manfaat produk untuk recovery otot dan pencernaan, bukan hanya soal rasa.

Cross-selling – Jika orang beli Cimory Fresh Milk, saya tawarkan Kanzler Sosis sebagai camilan protein setelah latihan.


Momen Paling Memuaskan

Momen paling menyenangkan di hari kedua adalah ketika Owner gym yang Memborong untuk stock jualannya dan mencoba Cimory Fresh Milk, Sosis kenzler, dan Yogurt Drink . Setelah saya jelaskan kandungan proteinnya dan manfaatnya untuk recovery, dia tertarik dan membeli beberapa botol sekaligus. Bahkan merekomendasikan ke anggota gym lainnya. Dalam waktu singkat, beberapa anggota gym ikut membeli. Ini adalah bukti bahwa selling skill bukan hanya soal jualan, tapi soal membangun kepercayaan dan memberikan solusi yang tepat.


Pelajaran dari Hari Kedua

Menjadi SDC Cimory di tempat gym mengajarkan saya:

  • Pentingnya menyesuaikan pendekatan dengan target pasar. Apa yang berhasil di sekolah saya mencoba berhasil di gym.
  • Ketekunan menghadapi penolakan. Tidak semua orang langsung tertarik, tapi dengan sabar dan ramah, peluang tetap ada.
  • Kreativitas dalam menawarkan produk. Saya harus bisa mengaitkan produk dengan kebutuhan spesifik konsumen.
  • Bahwa produk yang baik tetap butuh orang yang bisa menyampaikannya dengan baik. Tanpa komunikasi yang tepat, produk sebagus apa pun bisa terlewatkan.


Hari kedua ini benar-benar membuka mata saya bahwa selling skill adalah keterampilan yang fleksibel. Setiap tempat punya tantangan dan peluangnya sendiri. Yang penting adalah terus belajar, beradaptasi, dan tetap semangat.