Senja kala modernitas : Munculnya kesadaran palsu dalam tubuh kader PMII Cirebon.
PMII merupakan organisasi eksternal berbasis kaderisasi, di dalam perjalanannya internalisasi ideologis selalu ditanamkan pada diri kader, puncaknya pada pengkristalan.
Seiring berjalannya waktu, kristalisasi ideologis mengalami pelbagai hambatan dilihat dari zaman yang terus berkembang, sehingga pola kaderisasi PMII terus berubah dan adaptif dalam perkembangan zaman utamanya percepatan alur globalisasi (تغير الأحكام بتغيرالزمان والمكان).
Menukil dari pemikiran Max Horkheimer dan theodor w. adorno dalam "dialectics of elightemens", bahwasanya paradoks dari manusia rasional adalah manusia yang menyatakan dirinya tercerahkan dan tidak tergantung pada kekuatan diluar dirinya. Sebagaimana pencerahan menurut Imanuel Kant sebagai kebangkitan manusia dari ketidak matangan dirinya. ketidak matangan adalah ketidak mampuan untuk menggunakan pemahaman dirinya tanpa petunjuk orang lain.
Nah disitulah letak krusialnya, PMII mengalami dilematisasi kader rasional yang gagal memahami diri, hidup, dan kedaulatan. Dikarenakan tidak terserapnya muatan ideologis secara komprehensif, sehingga membentuk jati diri kader yang pasif, amoral, ujub, dan congkak.
Sebagai modal awal, kiranya PMII memerlukan suatu kerangka teori kritis atas begriffene praxis sebagai counter dialektika negatif dari praksis relasi sosial kapitalis yang dikonseptualisasi.

Join the conversation