Banjir Landa Dusun Cimuncang Desa Sukawera Kec. Ligung Kab. Majalengka, Warga Terpaksa Memutar Jalan dan Sehingga Petani Kehilangan Padinya
Oleh: Muhammad Widiansyah
"Kami sudah bosan sama banjir ini, yaa walaupun sudah mengajukan ke pihak desa, tapi masih saja belum ada perbaikan, karena jalan ini dikelola pemda" Ucap warga dan petani setempat dengan jengkel.
Banjir yang menggenangi jalan beserta jembatan kecil dan sawah ini berada di jalan majasari-sukawera dusun cimuncang. Setiap pagi setelah hujan deras, pastilah akan terjadi luapan air sungai yang menutup jalan beserta sawah, dikarenakan saluran irigasi yang kecil dan dangkal.
Walaupun pada sore hari banjir mulai surut, tapi jika curah hujan tinggi maka terjadinya banjir bisa sampai 2 hari lamanya.
Aktifitas warga pun terhambat karena jalan utama dari dusun cimuncang menuju jalan kabupaten tertutup banjir. Warga dusun yang biasanya melewati jalan ini, terpaksa harus melewati jalan lain yang jauhnya hampir 2,5 KM. karena jalan majasari-sukawera ini adalah alternatif paling dekat untuk menuju jalan kabupaten.
Di tambah lagi anak sekolah yang akan berangkat ke tempat belajar dan terpaksa melewati genangan banjir terlebih dahulu.
Jalan ini (jl.majasari-sukawera) termasuk dalam sistem jaringan jalan daerah yang status kepemilikan, pengelolaan, dan pengurusannya berada di bawah kewenangan pemerintah kabupaten atau kota.
Sawah yang tergenang juga menjadi momok bagi para petani ketika musim panen dan tanam.
Warga setempat mengharapkan adanya pendalaman saluran irigasi sungai di daerah dusun cimuncang, agar mengurangi kemungkinan banjir terjadi.
"Harapan masyarakat dusun cimuncang semoga saluran sungai nya bisa di perdalam lagi, karena sebelumnya hanya di lakukan pembenahan pada jembatan di awal tahun 2022 oleh dina PUTR kabupaten Majalengka" Ujar kadus idi (Kepala Dusun Cimuncang) ketika diwawancara pada hari selasa, 23 Desember 2025.
Pemerintah daerah harus segera menangani pembenahan infrastruktur tersebut untuk mengantisipasi terjadinya Banjir kembali.
para petani mengeluhkan hasil panen yang berkurang karena banjir ini. Bukan hanya pada hasil panen nya, bahkan harga jual tanah di sekitar jalan majasari-sukawera pun ikut terkena dampak dengan turun harga.
Jika biasa nya 1 Bau sawah(7000 m²) menghasilkan gabah 5 ton, maka ketika banjir hanya menghasilkan 3-4 ton saja. Seperti yang dikatakan salah seorang petani yang terdampak "Dulu itu tidak separah sekarang, karena sekarang itu saluran sungai nya sudah tidak mampu lagi menampung air besar." Ujar pak Adnan
Per-hari ini belum ada tindakan serius dari pemerintah daerah. Bahkan sudah sejak 2022 terakhir, hanya ada renovasi jembatan saja.
Oleh karena itu, Perlu adanya pembenahan tata ruang dan DAS (Daerah Aliran Sungai) di sekitar jalan tersebut. Karena terlihat sangat-sangat memprihatinkan bagi para petani dan masyarakat sekitar.

Join the conversation